Cabik-cabiklah diriku. Hancurkanlah segala rasaku.
Tusuk aku tepat didaku. Agar segala rasa ini hilang tak
bersisa.
Renggutlah nyawaku. Hapuslah ingatanku.
Lenyapkan diriku, terbebas dari jerat cintamu.
Aku tak ingin merintih. Aku tak ingin tersiksa.
Karena kamu dan dirimu, membelenggu satu dalam jiwaku.
Lepaskan aku. Bebaskan diriku. Jauhkan aku dari dirimu.
Biarkan nafas ini berdentum berirama.
Biarkan lara ini menepi tanpa sisa.
Dan biarkan luka ini perlahan hilang direnggut waktu.
Kau permata dalam diriku. Kau intan dalam sanubariku.
Bahkan kau segalanya dalam hidupku.
Tapi kau tak pernah bisa.. menjadikan aku permaisurimu.
Kau tak pernah bisa.. menyandingku di singgasana hatimu.
Namun kau hanya bisa.. mengusik mimpi bahagiaku bersamamu,
Meracuni segala rasaku, menghempas asaku denganmu,
Dan mendepak rasa cintaku.. jauh dari sisimu.
Jujurlah... mengapa tak jujur saja, sayang?
Terlalu sulitkah ‘tuk kau ungkapkan?
Sesulit itukah “tidak” untuk kau ucapkan?
Siapalah aku dimatamu, sayang?
Sehina itukah diriku? Sayang........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar